Still vs Till
Still and Till are two words in the English language that are often confused as words denotative of the same meaning. Strictly speaking they are two different words that are characterized by different meanings.The word ‘still’ has the meaning of ‘even now’ as in the sentence
for instance
‘He still has fever’.
This only gives the meaning of ‘He has fever even now’.
On the other hand the word ‘till’ does not give the meaning of ‘even now’. This is the main difference between the two words.In fact the word ‘till’ gives the meaning of ‘up to’ as in the sentence ‘
I cannot speak till he comes’. This only gives the meaning ‘I cannot speak up to the time he comes’.
This shows that both the words ‘still’ and ‘till’ can be used as very effective adverbs.Look at the two sentences
1. It is still raining.
2. I cannot go out till the rain stops.
In the first sentence the use of the word ‘still’ gives the meaning of ‘continues’ or ‘even now’.
In the second sentence the use of the word ‘till’ gives the meaning of ‘up to the period’.
The word ‘still’ sometimes is used in the sense of ‘remaining as it is’ or ‘without any movement or motion’ as in the sentence ‘he stood still’.
In this sentence you can see that the word ‘still’ is used in the sense of ‘without any movement or motion’.
In some cases the word ‘till’ is preceded by the prefix ‘un’ as in the formation of the word ‘until’.
Monday, May 23, 2016
Grammar - Still vs Till in English
Sunday, May 22, 2016
Difference of Wait & Await in English
Top of Form
Assalamu'alaikum...Happy
People,,
Pelajaran untuk hari ini adalah
tentang perbedaan antara kata kerja "wait" dan "await".
Silahkan disimak.
Dalam Bahasa Inggris, kata kerja
"wait" dan "await" memiliki arti yang sama, namun mereka
digunakan dalam struktur-struktur tatabahasa yang berbeda.
Kata
"await" adalah kata kerja yang membutuhkan obyek atau intransitive
verb.
Contoh:
* I am awaiting your reply.
(Saya sedang menunggu balasanmu.)
* They are awaiting the birth of their first baby.
(Mereka sedang menunggu kelahiran bayi pertama mereka.)
(Saya sedang menunggu balasanmu.)
* They are awaiting the birth of their first baby.
(Mereka sedang menunggu kelahiran bayi pertama mereka.)
Catatan bahwa obyek dari kata
kerja "await" biasanya berupa benda, bukan orang. Sebagai contoh,
kita tidak dapat mengatakan: "I am awaiting you".
Kata kerja "wait" dapat
digunakan dalam beberapa struktur yang berbeda.
"Wait" tidak membutukan
sebuah obyek atau intransitive verb.
Contoh:
* We have been waiting for hours.
(Kita (sudah) sedang menunggu selama berjam-jam.)
(Kita (sudah) sedang menunggu selama berjam-jam.)
Kata kerja "wait" dapat
diikuti oleh to-infinitive.
* I waited in line to board the
bus.
(Saya tadi menunggu dalam barisan (mengantri) untuk naik bus.)
* I am waiting to hear from him.
(Saya sedang menunggu untuk mendengar darinya.)
(Saya tadi menunggu dalam barisan (mengantri) untuk naik bus.)
* I am waiting to hear from him.
(Saya sedang menunggu untuk mendengar darinya.)
Ketika kita menggunakan kata
kerja "wait", kita juga biasanya menyebut lamanya waktu yang kita
(sudah) sedang tunggu.
Contoh:
* I have been waiting since
morning. ➡ (=Dari tadi pagi sampai
sekarang masih menunggu.)
(Saya (sudah) sedang menunggu sejak pagi.)
(Saya (sudah) sedang menunggu sejak pagi.)
Sebelum sebuah obyek,
"wait" memerlukan kata depan "for". Catatan bahwa dalam
kasus ini, kata benda atau kata ganti yang mengikuti "for" adalah
obyek dari kata depan tersebut.
Contoh:
* I am waiting for her. ➡ (BUKAN I am waiting her.)
(Saya sedang menunggunya.)
* We are waiting for his call. ➡ (ATAU We are awaiting his call.)
(Kita sedang menunggu telponnya/panggilannga.)
(Saya sedang menunggunya.)
* We are waiting for his call. ➡ (ATAU We are awaiting his call.)
(Kita sedang menunggu telponnya/panggilannga.)
Kata kerja "await" itu
lebih formal daripada "wait". Ia dapat digunakan dalam surat-surat
dan dokumen-dokumen yang resmi. "Wait" itu lebih sering dan umum
digunakan dalam percakapan sehari-hari (daily conversation). Catatan bahwa
"await" tidak memerlukan kata depan "for".
Contoh:
* I am awaiting Kokom's call. ➡ (BUKAN I am awaiting for
Kokom's call.)
(Saya sedang menunggu telponnya Kokom.)
(Saya sedang menunggu telponnya Kokom.)
Ok, sekian dulu pelajaran untuk
hari ini, dan semoga bermanfa'at
Kesalahan Umum dalam Menggunakan Kata Depan (Prepositions)
Assalamu'alaikum....Happy People..
Pelajaran untuk hari ini adalah tentang kesalahan-kesalahan umum
dalam menggunakan kata depan. Silahkan disimak.
* Salah: Icih asked a holiday.
* Benar: Icih asked for a holiday.
* Benar: Icih asked for a holiday.
Kita menggunakan "ask"
dengan "for" untuk meminta seseorang untuk memberikan sesuatu
sedangkan kita menggunakan "ask"tanpa "for" untuk meminta
seseorang untuk mengatakan sesuatu.
* Salah: Markonah was prevented
to come.
* Benar: Markonah was prevented from coming.
* Benar: Markonah was prevented from coming.
#Penjelasan
Kata "prevent" tidak
dapat diikuti oleh "to". Ia diikuti oleh "from + bentuk
-ing".
* Salah: I met with Kokom yesterday.
* Benar: I met Kokom yesterday.
#Penjelasan
"Meet" berarti
"bertatapa muka (face to face) dengan seseorang. Dengan arti ini, ia
digunakan tanpa "with". "Meet with" berarti
"pengalaman".
Contoh:
* Udin met with misfortune. ➡ (BUKAN Udin met misfortune.)
* Salah: She insisted to pay.
* Benar: She insisted on paying.
* Benar: She insisted on paying.
Kata "insist" tidak
dapat diikuti oleh "to". Ia diikuti oleh "on + bentuk
-ing".
* Salah: Let’s go for riding.
* Benar: Let’s go riding.
* Benar: Let’s go riding.
#Penjelasan
"Go" digunakan dengan
sebuah bentuk -ing dalam sejumlah ungkapan-ungkapan yang mengarah pada olahraga
yang mengambil resiko dan kegiatan-kegiatan yang berulang-ulang.Tanpa kata
depan juga digunakan dalam struktur ini.
* Salah: We went a walk.
Benar: We went for a walk.
Benar: We went for a walk.
#Penjelasan
Struktur "go for a / come
for a" digunakan dalam sejumlah ungkapan-ungkapan yang mengarah pada
olahraga yang mengambil resiko dan kegiatan-kegiatan yang berukang-ulang.
Grammar - Adverb Clauses of Condition
Assalamu'alaikum.....
Pelajaran untuk hari ini ada Adverb clauses of condition. Sudah pada tahu? Kalau belum tahu, silahkan disimak penjelasannya.
Adverb clauses of condition itu biasanya diperkenalkan oleh kata sambung if, whether, provided that, so long as dan unless.
Contoh:
* If I like it, I will buy it.
(Jika Saya menyukainya, Saya akan membelimya.)
* If you heat ice, it melts.
(Jika Anda memanaskan es, ia mencair.)
* If it rains, we will stay at home.
(Jika hujan turun, kita akan tinggal dirumah.)
* You won’t pass the exam unless you study hard.
(Anda tidak akan lulus ujian jika Anda tidak belajar keras.)
* You will be shot unless you give me the keys of the locker.
(Anda akan ditembak jika Anda tidak memberikan kepada Saya kunci lemaari itu.)
* There will be no problem provided that you keep your mouth shut.
(Akan baik-baik saja asalkan Anda diam.)
* You will have to take the medicine whether you like it or not.
(Suka atau tidak, Anda harus minum obat.)
(Jika Saya menyukainya, Saya akan membelimya.)
* If you heat ice, it melts.
(Jika Anda memanaskan es, ia mencair.)
* If it rains, we will stay at home.
(Jika hujan turun, kita akan tinggal dirumah.)
* You won’t pass the exam unless you study hard.
(Anda tidak akan lulus ujian jika Anda tidak belajar keras.)
* You will be shot unless you give me the keys of the locker.
(Anda akan ditembak jika Anda tidak memberikan kepada Saya kunci lemaari itu.)
* There will be no problem provided that you keep your mouth shut.
(Akan baik-baik saja asalkan Anda diam.)
* You will have to take the medicine whether you like it or not.
(Suka atau tidak, Anda harus minum obat.)
Kadang-kadang kata sambung "if" dihilangkan.
Contoh:
* Were I you, I wouldn't do it. ➡ (=If I were you, I wouldn't do it.
(Sendainya Saya jadi Anda, Saya tidak akan melakukannya.)
(Sendainya Saya jadi Anda, Saya tidak akan melakukannya.)
Peggunaan Kata "See" dalam Bahasa Inggris.
Assalamu'alaikum.....
Apa kabar?
Pelajaran untuk hari ini adalah tentang peggunaan kata
"see" dalam Bahasa Inggris.
Kata "see" adalah salah
satu dari sekian banyak kata kerja yang secara normal tidak digunakan dalam
bentuk continuous. Untuk membicarakan tentang sesuatu yang kita lihat pada saat
ini atau sekarang, kita dapat menggunakan ungkapan "can see".
Contoh:
* I can see a ship. 👉 (BUKAN I am seeing a ship; dalam American English, kita cukup
mengatakan "I see a ship".)
* Can you see an airplane? 👉 (BUKAN Are you seeing an airplane.)
* Can you see an airplane? 👉 (BUKAN Are you seeing an airplane.)
Sebenarnya kata "see"
dapat digunakan dalam bentuk continuous jika kita bermaksud bahwa seseorang
sedang membayangkan suatu benda gang tidak ada.
Contoh:
* Kokom: "Look! There is a
dark figure behind thw window!" 👉 Icih: "You are seeing things. I can't see anything."
Bentuk-bentuk continuous tidak
digunakan ketika "see" berarti "understand" (mengerti).
Contoh:
* Icih: "I don't want to
continue like this." 👉 Udin: "I see."
Kata "see" juga dapat
diartikan "have heard" (sudah mendengar.)
Contoh:
* I see she is going to get
married. 👉 (=I have heard that she is going to get married.)
Dalam ungkapan-ungkapan seperti
"I'll see" dan "let me see", "see" digunakan
untuk mengartikan "consider" (mempertimbangkan) atau
"think" (berpikir). Catatan bahwa jika ada sebuah object, sebuah kata
depan sangat diperlukan setelah ungkapan-ungkapan ini.
Contoh:
* We will see about that proposal
tomorrow. 👉 (BUkAN We will see that proposal tomorrow.)
"see" dapat berarti
"memastikan/menemukan sebuah fakta atau informasi yang lebih tentang
sesuatu/seseorang". Ia biasanya diletakkan sebelum"if/whether".
Contoh;
* Can you go around and see
whether Markonah is at home?
* I looked out of the window to see if it was still raining.
* I looked out of the window to see if it was still raining.
"see if ..." dapat
berarti "cobalah".
Contoh:
* See if you can get him to stop
talking about his problems.
Dan lain-lainnya.
Grammar - Use of "Being" in English
Assalamu'alaikum.....
Pelajaran untuk hari ini adalah tentang penggunaan-penggunaan
dari kata "being".
Ok, silahkan disimak
pelajarannya.
Struktur being + kata sifat
digunakan untuk membicarakan tentang kelakukannya seseorang yang tidak biasanya.
Contoh:
* Why is he being so rude? ➡ (Nah, disini dia mungkin tidak biasanya berkelakuan kasar namun
sekarang dia sedang berkelakuan kasar.)
(Mengapa dia sekarang begitu kasar?)
* You are being cruel when you hurt others with your words or actions. ➡(Anda tidak kejam ketika Anda tidak menyakiti orang lain.)
(Anda kejam ketika Anda menyakiti orang lain dengan kata-kata atau tindakan-tindakan Anda.)
(Mengapa dia sekarang begitu kasar?)
* You are being cruel when you hurt others with your words or actions. ➡(Anda tidak kejam ketika Anda tidak menyakiti orang lain.)
(Anda kejam ketika Anda menyakiti orang lain dengan kata-kata atau tindakan-tindakan Anda.)
Catatan bahwa ketika kata sifat
tersebut mengarah pada perasaan-perasaan, bentuk continuous disini tidak
mungkin.
Contoh:
* I was upset when I heard that I
had failed the test. ➡ (BUKAN I was being upset when I heard that I had failed the
test; disini kita sedang membicarakan perasaannya si pembicara tersebut dan
oleh karena itu sebuah bentuk continuous tidak mungkin.)
(Saya kecewa ketika Saya mendengar bahwa Saya gagal dalam ujian.)
* I am delighted to hear that you have won the first prize. ➡ (BUKAN I am being delighted to hear that you have won the first prize.)
(Saya sangat senang mendengar bahwa Anda sudah memenangkan hadiah pertama itu.)
(Saya kecewa ketika Saya mendengar bahwa Saya gagal dalam ujian.)
* I am delighted to hear that you have won the first prize. ➡ (BUKAN I am being delighted to hear that you have won the first prize.)
(Saya sangat senang mendengar bahwa Anda sudah memenangkan hadiah pertama itu.)
Being + past participle
"Being" dapat diikuti
oleh sebuah past participle. Struktur ini digunakan dalam bentuk-bentuk pasif
dari present dan past continuous tenses.
Bandingkan:
* Icih is singing a song. ➡ (Active)
* A song is being sung by Icih. ➡ (Passive)
* A song is being sung by Icih. ➡ (Passive)
* I am washing the car. ➡ (Active)
* The car is being washed by me. ➡ (Passive)
* The car is being washed by me. ➡ (Passive)
* I am quite sure that Kokom is
following me. ➡ (Active)
* I am quite sure that I am being followed by Kokom. ➡ (Passive)
* I am quite sure that I am being followed by Kokom. ➡ (Passive)
Being dalam participle clauses
"Being" disini artinya
"karena". Strukur ini digunakan dalam sebuah gaya bahasa resmi atau
yang bersifat kesastraan.
Contoh:
* Being late, he couldn’t watch
the show. -> (=Because he is late, he couldn’t watch the show.)
(Karena terlambat, dia tidak bisa menyaksikan pertunjukan itu.)
* Being handsome, many girls are infatuated by me.
(Karea tampan, banyak gadis-gadis tergiiap-gila pada Saya.)
(Karena terlambat, dia tidak bisa menyaksikan pertunjukan itu.)
* Being handsome, many girls are infatuated by me.
(Karea tampan, banyak gadis-gadis tergiiap-gila pada Saya.)
Grammar - Perbedaan Antara "Have" dan "Have Got"
Assalamu'alaikum....
Pekajaran untuk hari ini adalah tentang perbedaan antara "Have"
dan "have got". Barang kali sebagian dari Anda masih bingung
bagaimana cara membedakannya. Dalam pelajaran ini, Saya, admin yang paling
ganteng di kampung Saya, akan menerangkannya. Oleh sebab itu, silahkan disimak.
"Have" dan "have got" biasanya mungkin
dengan sedikit atau tidak ada perbedaan dari arti. Kedua bentuk dapat digunakan
untuk mengekspresikan maksud yang sama seperti halnya kepemilikan dan hubungan.
Contoh:
* I have a brother. ➡ (=I have got a brother.)
(Saya memiliki seorang sodara laki-laki.)
(Saya memiliki seorang sodara laki-laki.)
Bentuk-bentuk "Got"
dari "have" itu tidak resmi (informal), dan yang paling umum dalam
present tense. Catatan bahwa kata kerja bantun "do" tidak digunakan
dalam pertanyaan dan kalimat-kalimat negatif dengan "got".
Contoh:
* I have got a car. ➡ (Tidak resmi)
* I have a car. ➡ (Lebih resmi)
(Saya memiliki sebuah mobil.)
* Have you got a car? ATAU Do you have a car? ➡ (BUKAN Do you have got a car?)
(Apakah Anda memiliki sebuah mobil?)
* I haven't got a car. ATAU I don't have a car. ➡ (BUKAN I don't have got a car.)
(Saya tidak memiliki sebuah mobil.)
* I have a car. ➡ (Lebih resmi)
(Saya memiliki sebuah mobil.)
* Have you got a car? ATAU Do you have a car? ➡ (BUKAN Do you have got a car?)
(Apakah Anda memiliki sebuah mobil?)
* I haven't got a car. ATAU I don't have a car. ➡ (BUKAN I don't have got a car.)
(Saya tidak memiliki sebuah mobil.)
"Have got" tidak dapat
digunakan untuk membicarakan tentang tindak-tindakan. Hanya "have"
yang mungkin dalam kasus ini.
Contoh:
* I usually have dinner at 8
o’clock. (BUKAN I usually have got dinner at 8 o’clock.)
(Saya biasanya makan malam pada pukul 8.)
(Saya biasanya makan malam pada pukul 8.)
Catan bahwa "have" dan
"have got" hanya digunakan dalam simple present tense. Dalam past
tense, hanya "had" yang digunakan. "Had got" tidak mungkin
disini.
Contoh:
* I had a strange experience
yesterday. ➡ (BUKAN I had got a strange experience yesterday.)
(Saya kemarin memiliki pengalaman yang aneh.)
(Saya kemarin memiliki pengalaman yang aneh.)
Bentuk-bentuk "got"
dari "have" secara normal tidak digunakan untuk menunjukkan
pengulangan atau kebiasaan.
Contoh:
* I have a meeting on Monday. ➡ (ATAU I have got a meeting on Monday.
(Saya rapat pada hari Senin.)
* I often have meetings on Mondays. ➡ (TAPI BUKAN I often have got meetings on Mondays.)
(Saya sering kali rapat setiap hari Senin; on Mondays = every Monday.)
(Saya rapat pada hari Senin.)
* I often have meetings on Mondays. ➡ (TAPI BUKAN I often have got meetings on Mondays.)
(Saya sering kali rapat setiap hari Senin; on Mondays = every Monday.)
Catatan bahwa "have"
adalah salah satu dari stative verbs yang tidak secara normal digunakan dalam
bentuk continuous.
Contoh:
* I have a sister. ➡ (BUKAN I am having a sister.)
(Saya memiliki seorang sodara perempuan.)
(Saya memiliki seorang sodara perempuan.)
Akan tetapi, "having"
digunakan dalam beberapa ungkapan yang telah diatur. Contohnya, having dinner,
having a bath dll.
Ok, sekian dulu pelajaran untuk
hari ini, dan semoga bermanfa'at.
Subscribe to:
Posts (Atom)





